Proses Pencairan Anggaran Advertorial Media di Lingkungan Sekretariat DPRD Kota Metro Menuai Sorotan

 

BreakingNewsIndonesia.Com,-Metro — Proses pencairan anggaran advertorial media di lingkungan Sekretariat DPRD Kota Metro menuai sorotan. Sejumlah insan pers mengeluhkan adanya dugaan perlakuan tidak adil atau tebang pilih dalam realisasi anggaran tersebut.

Kondisi ini memunculkan kecurigaan adanya unsur kesengajaan dalam pengelolaan anggaran publik yang seharusnya dilakukan secara transparan dan akuntabel.

Polemik mencuat terkait pencairan anggaran advertorial media yang diduga tidak merata. Beberapa media mengaku belum menerima pencairan anggaran, sementara media lainnya disebut telah lebih dahulu mendapatkan realisasi dana.

“Saya heran dengan pengelolaan pencairan anggaran media di Sekretariat DPRD Metro. Kok bisa sudah ada yang cair dan ada yang belum. Padahal saya datang di hari pertama sama seperti yang lainnya saat diberitahukan kalau akan teken SPJ,” ungkap salah satu media, Kamis (19/03/2026).

“Bisakah lebih profesional dikit dan bekerja dengan tulus tidak adanya tebang pilih. Saya datang di hari pertama saat diumumkan untuk teken. Namun, sampai di sekretariat terkesan saya tidak dilayani meskipun saya sudah berulang kali ingin meminta dibuatkan SPJ. Namuna saya tunggu sampai sore belum juga jadi ada apa ini,” sesal salah seorang media.

“Keesokan harinya, lanjut nya, saya datang kembali untuk menandatangani SPJ hingga sore hari pun tetap sama, dengan alasan sabar. Apakah ini bukan dinamakan tebang pilih dan unsur kesengajaan,” tegasnya.

Media ini berharap, kedepannya tidak ada lagi orang semacam ini untuk pelayanan. Kepada pihak Sekwan agar segera mengganti orang semacam ini, sehingga tidak terjadi miskomunikasi di kemudian hari.

Sementara itu, dikonfirmasi melalui Whatsapp-nya, staf bagian yang membidangi kerjasama advertotial media, membantah tidak demikian, kalau semua tidak bisa sekaligus.

“Semuanya banyak Bang. Ada 80 media yang sudah dicairkan terlebih dahulu, karena banyak. Dan, itu butuh proses terlebih dulu,” kata Ida salah satu staf.

“Coba silakan abang tanya aja dengan Pak Kus. Karena kalau saya jelasin ke Abang juga percuma nggak nyambung dan nggak akan paham,” tuturnya Rosida.

Dengan demikian maka, diduga terdapat ketidakterbukaan dalam mekanisme pencairan anggaran. Beberapa pihak menilai adanya kemungkinan faktor kedekatan, preferensi tertentu, atau alasan non-teknis lainnya yang memengaruhi prioritas pencairan dana. Namun, hingga kini belum ada penjelasan resmi yang komprehensif dari pihak terkait.

Sejumlah insan pers berharap adanya klarifikasi resmi dari Sekretariat DPRD Kota Metro guna menjelaskan mekanisme pencairan anggaran secara transparan. Mereka juga meminta agar prinsip keadilan dan profesionalitas dijunjung tinggi, mengingat anggaran tersebut bersumber dari keuangan daerah.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Sekretariat DPRD Kota Metro belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tebang pilih dalam pencairan anggaran advertorial media tersebut. Sehingga berita ini butuh informasi lebih lanjut guna ke berimbangan. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *